Area penyimpanan bahan bakar (fuel farm) dan pelumas merupakan salah satu area paling kritis di lingkungan pertambangan yang membutuhkan pengawasan ketat terkait keselamatan kebakaran. Ribuan liter bahan bakar solar disimpan untuk menyuplai kebutuhan operasional armada alat berat setiap harinya. Kelalaian kecil dalam penanganan material mudah terbakar ini dapat memicu kebakaran hebat berskala besar yang mengancam keselamatan jiwa pekerja, merusak aset bernilai tinggi, serta menghentikan total aktivitas produksi tambang dalam waktu lama.
Sistem Proteksi Kebakaran dan Grounding
Fasilitas fuel farm modern harus dirancang dengan sistem proteksi kebakaran berlapis. Pemasangan tanggul pengaman sekunder (bund wall) di sekeliling tangki penyimpanan wajib dibuat dengan kapasitas penampungan minimal seratus sepuluh persen dari volume tangki terbesar untuk mengantisipasi kebocoran cairan. Selain itu, saat proses pengisian bahan bakar (fuel bunkering), pemasangan kabel grounding system yang menghubungkan truk tangki ke bumi wajib terpasang dengan sempurna untuk menghilangkan akumulasi listrik statis yang dapat memicu percikan api.
Prosedur Pengisian Aman dan Pelatihan Tanggap Api
Setiap pekerja yang bertugas di area fuel farm harus dibekali sertifikasi pelatihan penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) serta terlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) maupun sistem pemadam otomatis berbasis busa (foam system). Aturan dilarang merokok dan dilarang menyalakan api terbuka harus ditegakkan tanpa toleransi dalam radius aman. Pemasangan sensor pendeteksi panas otomatis dan sistem penyiram air darurat harus diinspeksi secara rutin untuk memastikan kesiapan penuh menghadapi situasi darurat kebakaran.